Islamic Widget

Jumaat, 18 Jun 2010

Yang Berlalu Biarkan Berlalu..


Asalamualaikum wbt..

Bismillah..

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri. Itu, sama ertinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berfikir, kesan-kesan buruk masa lalu akan dilipat dan tidak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan di dalam 'ruang' sempadan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tidak tertembus cahaya. Yang demikian, kerana masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tidak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tidak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu mengubahnya menjadi terang, dan kekacauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit,seorang bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis,memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran (episod hitam) masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Di dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.


Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keldai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?" "Aku benci khayalan," jawab keledai.


Adalah bencana besar, apabila kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi reruntuhan yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu,niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.


Orang yang berfikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Kerana, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Dengan sebab itu, maka janganlah pernah melawan sunnah kehidupan.


Dipetik dari : “La Tahzan (Jangan Bersedih) - Dr. ‘Aidh Al-Qarni”

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts with Thumbnails

SEUNTAI MADAH

Ya Allah..

bangunkanlah kesedaran di hati hamba yang mentaatimu..

Jangan kau jadikan ungkapanku hari ini, hanya sekadar ungkapan..

Pilihlah diriku untuk berjuang bersama pejuangMu..

Jadikanlah Impianku untuk mati syahid menjadi kenyataan..

Lindungilah pemikiranku..daripada akal yang dikuasai nafsu..

Biarlah bicaraku..adalah ilham daripada-Mu..

Bantulah hamba yang lemah ini..agar ada sumbanganku untuk Islam tercinta..

Ya Rabb, padamu ku letakkan harapan..

Tutupilah hatiku dari cinta dunia..

Lindungi diriku dari tipu daya dan fitnah dunia serta nafsu amarah (halobah)

Kuatkanlah aku menempuh jalanMu yang penuh liku..

Kerana MISI hidupku ialah mencari REDHAMU..

DOA RABITAH


"Ya ALLAH, Engkau Mengetahui bahawa hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihiMu,

Bertemu untuk mematuhi perintahMu,

Bersatu memikul beban dakwahMu.

Hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syariatMu.

Maka eratkanlah Ya ALLAH akan ikatannya,

Kekalkanlah kemesraan antara hati-hati ini..

Tunjukkanlah kepada hati-hati ini akan jalanMu yang sebenar...

Penuhkanlah piala hati ini..

Dengan limpahan iman, keyakinan dan keindahan tawakkal kepadaMU...

Hidup suburkanlah hati-hati ini dengan makrifat, pengetahuan sebenar tentangMu...

Jika Engkau mentakdirkan mati,

Maka matikanlah pemilik hati-hati ini

Sebagai para syuhada' dalam perjuangan agamaMu

Engkaulah sebaik-baik sandaran

Dan sebaik-baik penolong..

Ya Allah Perkenankanlah Permintaan ini..

Amin Ya Rabbal 'Alamiiin...


Text-Ads

MELODI JIWA


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com